đ˘ Biografi Otto Iskandar Dinata Dalam Bahasa Sunda
Bobotohsendiri berasal dari bahasa Sunda, yang dalam kamus bahasa Sunda karya R. Satjadibrata (2011), berarti âorang yang menghidupkan semangat kepada orang yang hendak berkelahi (atau binatang yang hendak diadu), suporter". Tercatatat pada media olahraga yang diterbitkan Otto Iskandar Dinata pada 1937, pendukung Persib Bandung sudah ada
Title Biografi Pahlawan Sunda Dalam Bahasa Sunda Author: ��Stephanie Koch Subject: ��Biografi Pahlawan Sunda Dalam Bahasa Sunda Biografi Pahlawan Sunda Dalam Bahasa Sunda Dina yuswana anu anom anjeunna parantos tiasa mingpin pasukan indonesia, malah mah janten panglima besar.
BiografiLengkap Otto Iskandar Dinata - Raden Otto Iskandar Dinata lahir di Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 1897. Ayah Otto adalah keturunan bangsawan Sunda bernama Nataatmadja. Otto adalah anak ketiga dari
R Oto Iskandar Dinata merupakan salah satu pahlawan nasional asal Jawa Barat. Lahir di desa Bojongsoang, Dayeuhkolot, Bandung Kidul 31 Maret 1897. (PP), organisasi orang Sunda yang didirikan di Batawi, 20 Juli 1913. Tetapi setahun berikutnya, pada 1922 Oto mendekati PP dengan cara menulis surat yang dimuat di surat kabar Siliwangi (7
RadenOto Iskandar di Nata (lahir di Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 1897 â wafat di Mauk, Tangerang, Banten, 20 Desember 1945 pada umur 48 tahun) adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.Ia mendapat julukan si Jalak Harupat.Selain itu ia juga mantan ketua organisasi Paguyuban Pasundan (1929-1942) dan anggota Volksraad, DPR pada masa Hindia
BIOGRAFIRADEN OTTO ISKANDAR DINATA. Raden Otto Iskandar Dinata lahir di Bandung, Jawa Barat Selanjutnya perhatiannya dicurahkan kepada "Paguyuban Pasundan". Di samping itu Otto memimpin warta harian berbahasa Sunda "Sipatahunan", di Bandung. Jiwa muda yang berkobar-kobar pada diri Otto Iskandar Dinata, yang diaplikasikannya dengan cara
PerpustakaanUGM, i-lib (2006) Temu Kembali Informasi BibliografiDengan Bahasa Alami Pada Field Judul Dan Sufjek(Studi Efektivitas Katalog Induk Terpasang Perpustakaan Ugm. Jurnal i-lib UGM. Perpustakaan UGM, i-lib (2006) Ten Year Groundwater Simulation in Merapi Aquifer, Sleman, DIY, Indonesia. Jurnal i-lib UGM.
OttoIskandar Dinata teh pituin urang bandung. Anjeuna dibabarkeun di Bandung tanggal 31 Maret 1897. Ti keur budak keneh oge geus katembong bakat jeung kamampuhna anu onjoy batan budak anu lain. Anjeuna boga cita-cita haying jadi guru. Satuntasn sakola di HIS Bandung, pa Otto neruskeun sakola ka HKS (Sakola Guru Atas) di Purworejo.
Bahasayang berasal dari Jiangsi, memiliki kedekatan historis dengan bahasa Khek. Bahasa yang juga berasal dari Fujian dan Guangdong, memiliki kedekatan dengan Hokkien. Di Indonesia, bahasa ini dikenal juga sebagai bahasa Khek. âHarusnya daftar menunya disertai aksara Mandarin agar dapat dipahami makna sebenarnya,â kata William.
8d7ng. Uploaded bykaiyla amirah zahra 0% found this document useful 0 votes114 views1 pageDescriptionbiografi pahlawan bahasa sundaOriginal Titlebiografi oto iskandar dinataCopyrightŠ Š All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes114 views1 pageBiografi Oto Iskandar DinataOriginal Titlebiografi oto iskandar dinataUploaded bykaiyla amirah zahra Descriptionbiografi pahlawan bahasa sundaFull descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Otto Iskandar Dinata adalah pahlawan nasional yang dijuluki Si Jalak Harupat. Pria yang lahir pada 31 Maret 1897 merupakan putra dari Raden Haji Rachmat Adam seorang kepala desa di mnempuh pendidiknannya di Hollandsch-Inlandsche School yang kemudian melanjutkannya ke Hollandsch-Inlandsche School. Setelah lulus, Otto melanjutkan sekolahnya di sekolah guru Hogere Kweekschool. Kemudian Otto menjadi guru HIS di Banjarnegara, Jawa 1920, Otto kemudian pindah ke Bandung. Pada masa pergerakan kemerdekaan, Otto pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Bandung periode 1921 hingga 1924. Selain itu, Otto juga aktif di organisasi budaya Sunda, Paguyuban masa kemerdekaan, Otto erlibat dalam keanggotaan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI sebagai pengganti BPUPKI. Setelah Indonesia merdeka, Otto menjabat sebagai menteri negara yang pertama bersama Mohammad Amir, Wahid Hasyim, Mr. Sartono, dan itu Otto bertugas mempersiapkan Badan Keamanan Rakyat BKR dari laskar-laskar yang tersebar di Indonesia. Dalam tugasnya, Otto menimbulkan ketidakpuasan dari beberapa kalangan hingga diperkirakan dia diculiksalah satu laskar yang bermarkas di Tangerang. Kemudian 19 Desember 1945, dan dibawa ke suatu tempat di pesisir Pantai Mauk. Jenazahnya tidak pernah ditemukan, hingga akhirnya pemerintah menetapkan menetapkan 20 Desember 1945 sebagai tanggal 6 November 1973 Otto ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 088/TK/Tahun 1973. Nama Otto Iskandar Dinata sering dijadikan nama jalan di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, nama Si Jalak Harupat dijadikan nama stadion di Kabupaten Bandung, tanah tempat lahir Iskandar Dinata Misteri Kematian Jagoan dari Bojongsoang
Oleh Iip Yahya âBagaimana cara pemindahan kekuasaan dapat dilakukan?â tanya Oto Iskandar di Nata kepada Soekarno. âIni bukan pemindahan,â jawab Soekarno. âTindakan itu akan bersifat penyerahanâ.â Oto tetap menginginkan kata âpemindahanâ, karena tidak mengandung paksaan. Akhirnya, kata âpemindahanâ disepakati bersama. Sebelumnya kata tersebut diubah Soekarno dengan kata âpenyerahanâ. KUTIPAN dialog di atas menunjukkan adanya fakta kehadiran Oto Iskandar di Nata dalam rapat perumusan naskah proklamasi, Jumat, 17 Agustus 1945. BM Diah sebagai pelaku sejarah, merekam peristiwa penting itu dalam bukunya, âAngakatan Baru 45â 1983, h. 243-44. Selain Oto, tokoh asal Sunda lainnya yang memberi masukan adalah Iwa Kusumasumantri. Menyusul disepakatinya kata âpemindahanâ, maka Iwa menyarankan kata âdiselenggarakanâ untuk menggantikan kata âdiusahakanâ. Coretan-coretan dalam naskah asli tulisan tangan Soekarno yang berhasil diselamatkan Diah, mengabadikan dinamika rapat pada dinihari itu. Dengan kesaksian BM Diah ini, kita diingatkan bahwa Oto terlibat dalam hampir semua peristiwa paling menentukan menjelang kemerdekaan RI. Selain ikut merumuskan naskah proklamasi, sebagaimana sudah popular, Oto ikut âmenentukanâ presiden dan wakil presiden RI yang pertama melalui sidang PPKI. Dengan keterlibatan yang sangat mendalam itu, menjadi aneh ketika di kemudian hari ada sejumlah pihak yang meyakini bahwa Oto berkhianat pada Repubik Indonesia. Ada yang menyebutnya sebagai mata-mata sekutu/NICA, ada juga yang menuduhnya menjual kota Bandung. Priyatna Abdurrasyid, seorang pelaku sejarah dalam peristiwa Bandung Lautan Api, dalam memoar yang dituturkannya kepada Ramadhan KH 2001 mengutarakan, âMundurnya pasukan dari Bandung yang dikosongkan ternyata kemudian dikambinghitamkan kepada Oto Iskandar di Nata yang pada saat itu diculik oleh pasukan tak dikenal dan dibunuh di Mauk, Tangerangâ. Menurut Priyatna, selain informasi yang simpang siur tentang ditangkapnya Oto, kabar itu disertai pula tuduhan bahwa Oto telah menjual Bandung kepada Sekutu. Sebagai prajurit muda, Priyatna tak bisa mengerti adanya fitnah itu. Ia hanya bisa merasakan bahwa tuduhan itu sebagai bagian dari permainan politik tingkat tinggi. Sampai hari ini masih ada yang meyakini bahwa Oto benar-benar berkhianat. Hal ini menunjukkan fitnah terhadap Oto itu terkesan âdipeliharaâ. Tuduhan itu, sekalipun tidak terbuka dan tertulis, seolah-olah kebenaran sejarah yang terus diwariskan dan tidak pernah ada klarifikasi dari pihak-pihak yang melakukannya. Padahal tuduhan itu tidak pernah bisa dibuktikan. Sementara Oto sebagai tertuduh, telah mengalami nasib yang menggenaskan dan keluarganya dalam waktu yang cukup lama harus menjalani hidup yang âsengsaraâ. Memoar dr. Djundjunan Setiakusumah 2002 bisa sedikit membantu dalam upaya menemukan pelaku fitnah atas Oto. Menurut Djundjunan, suatu hari di penghujung 1945, di rumah sakit Situsaeur tempatnya bertugas, ia menerima secarik kertas yang di dalamnya tertulis nama-nama orang Sunda yang akan diculik oleh suatu golongan pemuda. Nama-nama itu semuanya bekas pengurus Paguyuban Pasundan, yaitu Puradiredja, Oto Iskandar di Nata, Nitisomantri, Ukar Bratakausumah, Djundjunan, Oto Subrata, dan Adjat Sudradjat. Setelah menerima daftar itu, Djundjunan segera melapor kepada walikota dan residen, tetapi kurang mendapatkan tanggapan. Dan daftar itu ternyata benar adanya dengan munculnya serangkaian penculikan. âOto Iskandar di Nata diuber-uber. Baru tertangkap di Master Cornelis dengan tipu muslihat,â papar Djundjunan. Siapakah golongan pemuda yang dimaksud Djundjunan? Bagaimana sebenarnya duduk perkara yang membuat Oto difitnah sebagai mata-mata Sekutu/NICA dan menjual kota Bandung satu miliun? Awalnya adalah pertemuan Oto dengan Kusna Poeradiredja di Jakarta, di rumah Ijos Wiriaatmadja. Kusna pada waktu itu meyakini bahwa NICA akan menang perang sehingga ia memilih berada di pihak NICA. Karena Kusna mantan tokoh JOP organ pemuda dalam paguyuban Pasundan, Oto meminta Ukar Bratakusumah, kawan seangkatannya, agar menemui Kusna untuk dapat dibujuk memihak republik. Akan tetapi kedua pemuda itu tidak berhasil menemukan titik temu, Kusna tetap di pihak NICA. Peristiwa tersebut dicatat dalam biografi Ukar yang terbit 1995. Nah, pertemuan dengan Kusna yang berseragam NICA itulah yang dijadikan dasar tuduhan mata-mata NICA kepada Oto dan Ukar. Sementara soal uang satu miliun, itu adalah pemberian seorang perwira Jepang bernama Ichiki Tatsuo. Biografi Mr. Soedjono yang disunting Soebagijo IN 1983 menjelaskan soal ini. Oto dan Ichiki akrab melalui dunia jurnalistik. Keduanya sama-sama menerbitkan majalah dwimingguan Pradjoerit, media untuk tentara PETA dan Heiho. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, di antara para perwira Jepang yang memiliki akses pada uang rampasan, ada yang memilih untuk memberikannya kepada tokoh-tokoh Indonesia yang mereka percayai, untuk digunakan sebagai bekal perjuangan. Uang itu berasal dari rampasan perang ketika Jepang mengalahkan Belanda pada 1942, maka uangnya berupa gulden Belanda. Di kemudian hari, Ichiki yang kecewa kepada negaranya yang dinilainya âmeninggalkanâ Indonesia dalam agresi militer Belanda, ikut berjuang memihak RI. Ichiki juga sangat menyesali nasib Oto yang dibunuh karena menerima uang darinya. Ichiki lalu memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Malang. Ia gugur pada pertempuran sengit dengan pasukan Belanda di lereng gunung Semeru Selatan pada 9 Januari 1949. Sebagai penghargaan atas jasanya, 15 Pebruari 1958, ketika berkunjung ke Jepang, Presiden Soekarno menyimpan prasasti perjuangan Ichiki di Kuil Budha Shei Shoji di Minatoku, Tokyo. Dengan demikian, tuduhan bahwa Oto menjadi mata-mata NICA dan menjual Bandung adalah tuduhan yang gegabah dan semena-mena. Dua fitnah yang jelas merugikan nama baik Oto dan keluarganya. Kalau sebuah hadits Nabi menyatakan âfitnah lebih kejam dari pembunuhanâ, maka Oto mengalami kedua-duanya, pencemaran nama baik & pembunuhan yang sadis. Bahwa kebenaran itu akan muncul dengan caranya sendiri, dapat dirasakan dalam kasus Oto. Setelah puluhan tahun kematiannya, barulah fakta-fakta itu ditemukan dan dapat dirangkai untuk membuktikan bahwa pahlawan Sunda ini clear, bersih, tidak tercela sebagaimana difitnahkan kepadanya. Kalau memakai prinsip mafhum mukhalafah makna kesebalikan, dengan fakta yang ditemukan, bisa disimpulkan bahwa Oto adalah benar dan penuduhnya adalah salah. Jadi, para penuduhnya itulah yang sejatinya telah berkhianat kepada perjuangan RI dan kepada kepentingan Sunda. Merekalah yang telah mengambil keuntungan politik-ekonomi-sosial di atas kematian Oto dan cerai-berainya tokoh-tokoh Paguyuban Pasundan. Meminjam istilah yang terkenal sekarang, fitnah atas Oto itu âberdampak sistemikâ, sebab telah memutus mata rantai sejarah Sunda dalam bingkai NKRI. Oto yang sangat berjasa dalam proses kemerdekaan RI, dicederai oleh tuduhan yang mengada-ada. Penulis adalah penyusun buku Oto Iskandar di Nata the Untold Stories.
biografi otto iskandar dinata dalam bahasa sunda